Selasa, 01 Juli 2008

Lalu Lintas Tangerang Semrawut!

Saya adalah pengguna jalan di Tangerang, Banten. Setiap hari saya mengendarai sepeda motor antara Taman Cibodas dan Cikupa. Namun, saya merasa tidak nyaman, dibuat kesal dengan kesemrawutan lalu-lintas jalan tersebut. Keadaan ini tampaknya berasal dari hilangnya etika orang berkendara dan rusaknya sistem transportasi di kota ini.

Jalanan berlubang akibat banjir beberapa bulan lalu, terutama di depan Yonif 203 Arya Kamuning di depan Pasar Jatake maupun di depan krematorium Oasis Abadi. Galian pipa gas negara yang tak kunjung selesai mulai dari Pasar Jatake hingga pintu tol Bitung. Angkot berhenti maupun balik arah sembarangan, sering tanpa menyalakan lampu sein. Sepeda motor berjejal di antara bus dan truk trailer pengangkut peti kemas sehingga semuanya semakin menyesakkan keadaan jalan raya.

Pagi hari saat orang berangkat bekerja, kemacetan timbul di mana-mana. Paling sering di depan Perum Taman Cibodas, Pasar Jatake, maupun pertigaan Manis.

Di sana tidak ada lampu pengatur lalu lintas, petugas polisi juga tampak sudah kelelahan menghadapi kemacetan yang hampir setiap hari terjadi. Saya lelah dengan keadaan ini. Dan saya yakin, apa yang saya rasakan juga dirasakan oleh para pemakai jalan lainnya. Saya berharap para pejabat Kota Tangerang segera bisa merespons. Arif Handono Jalan Cempaka V, Taman Cibodas, Tangerang.

Redaksi:
Aduh Macet Mak!Com

1 komentar:

Fari mengatakan...

Jakarta, Aktual.com — Permasalahan Ibukota Jakarta seperti kemacetan, kesemrautan, dan rendahnya kesadaran tertib lalu lintas masyarakat yang menyebabkan terjadinya kecelakaan merupakan pemadangan yang kerap terjadi. Tak hanya itu kondisi angkutan umum pun masih jauh dari harapan.

Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan mengatakan bahwa dengan kondisi dan keadaan tersebut namun pemerintah terkesan melakukan pembiaran.

“Anehnya, meskipun kemacetan lalu lintas sudah sangat serius, karena sudah menghambat aktivitas dan kreatifitas masyarakat, namun pemerintah sepertinya menjadikannya hal yang biasa,” katanya, Sabtu (8/8).

Lalu Lintas Jakarta ‘Semrawut’, ITW: Kinerja Pemprov DKI Tidak Maksimal